Struktur Teks Rekon dan Langkah-langkah Membuat Teks Rekon



Teks Rekon adalah teks yang menceritakan kembali peristiwa atau pengalaman yang terjadi di masa lampau secara kronologis (berurutan). Tujuannya adalah untuk menginformasikan atau menghibur pembaca.


1. Struktur Teks Rekon

Teks Rekon memiliki 3 bagian utama yang menyusun ceritanya secara urut:

1. Orientasi (Pembukaan)

Bagian ini adalah pengenalan. Isinya memberikan latar belakang tentang peristiwa yang akan diceritakan.

  • Apa yang ada di sini? Menjawab pertanyaan siapa, kapan, di mana, dan mengapa peristiwa itu terjadi.

  • Contoh: "Minggu lalu, aku dan keluargaku pergi berlibur ke Pantai Parangtritis di Yogyakarta."

2. Urutan Peristiwa / Kejadian (Isi)

Bagian ini adalah inti cerita. Peristiwa diceritakan satu per satu sesuai urutan waktu terjadinya (kronologis).

  • Apa yang ada di sini? Rangkaian kejadian, masalah yang dihadapi, hingga hal-hal menarik. Gunakan kata penghubung waktu (seperti: kemudian, lalu, setelah itu, akhirnya) untuk menghubungkan antarperistiwa.

  • Contoh: "Kami berangkat pagi-pagi sekali. Kemudian, kami singgah untuk sarapan. Setelah itu, kami melanjutkan perjalanan hingga tiba di pantai..."

3. Reorientasi (Penutup)

Bagian ini adalah penutup cerita. Isinya berupa komentar, kesan, atau kesimpulan pribadi penulis tentang peristiwa yang dialaminya.

  • Apa yang ada di sini? Perasaan penulis, harapan, atau pelajaran yang didapat dari peristiwa tersebut. Sifatnya opsional (boleh ada, boleh tidak).

  • Contoh: "Meskipun lelah, liburan kali ini sangat berkesan dan aku berharap bisa kembali lagi tahun depan."


2. Ciri Kebahasaan Teks Rekon

Teks Rekon mudah dikenali karena menggunakan ciri-ciri kebahasaan berikut:

  1. Kata Ganti Orang: Menggunakan kata ganti orang pertama (Saya/Aku) atau orang ketiga (Dia/Mereka), tergantung jenis teks rekonnya.

  2. Kata Keterangan Waktu: Menggunakan keterangan waktu yang lampau (contoh: kemarin, minggu lalu, pada tahun 2020).

  3. Kata Kerja Tindakan (Verba Material): Menggunakan kata kerja yang menunjukkan tindakan atau perbuatan (contoh: berjalan, makan, membeli, berangkat).

  4. Konjungsi Waktu (Kata Hubung Waktu): Menghubungkan peristiwa agar urut (contoh: lalu, kemudian, setelah itu, sebelum, akhirnya).


3. Langkah-Langkah Membuat Teks Rekon

Ikuti langkah-langkah sederhana ini untuk menulis Teks Rekon yang baik:

  1. Tentukan Topik: Pilih satu pengalaman atau peristiwa yang paling berkesan dan menarik untuk diceritakan (Contoh: Liburan ke rumah nenek, lomba 17-an, kunjungan ke museum).

  2. Buat Kerangka: Buat catatan poin-poin penting untuk setiap bagian:

    • Orientasi: Siapa saja? Kapan? Di mana?

    • Peristiwa: Apa yang terjadi pertama? Kedua? Ketiga?

    • Reorientasi: Bagaimana perasaanmu? Apa kesimpulannya?

  1. Tulis Orientasi: Awali ceritamu dengan memperkenalkan waktu, tempat, dan orang-orang yang terlibat.

  2. Tulis Urutan Peristiwa: Kembangkan poin-poin kerangka menjadi kalimat lengkap. Pastikan urutannya logis (kronologis) dan gunakan konjungsi waktu (lalu, kemudian) untuk menyambungkan antarparagraf.

  3. Tulis Reorientasi: Akhiri ceritamu dengan kesan atau pendapat pribadimu tentang peristiwa tersebut.

Komentar